Posts

Showing posts with the label system

Usul pemilu selanjutnya

USUL UNTUK PEMILU SELANJUTNYA Pemilu dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Pada tahun ini pemilu memicu bnyk reaksi positif dan negatif. Banyak berita2 hoaks dan blm pasti tersebar di sosial media. Mulai dari anggapan terjadi kecurangan,dll. Sehingga sy punya usul agar pemilu ke depan lebih baik yakni: 1. Pemilu sebaikny dilaksanakan secara online menggunakan sistem komputer *(seperti CAT)atau modifikasi sistem yg dibuat oleh KPU sendiri dan terintegrasi dengan server KPU PUSAT. 2. Pada layar komputer tinggal ditampilkan 2 paslon presiden/wapres 3. Pemilih tinggal mengklik/menyentuh layar dengan menggunakan sidik jari yg cocok dengan EKTP masing2. Jika sidik jari tidak cocok, maka pemilih tidak bisa memilih paslonnya. (Hal ini mengurangi kecurangan) 4. Sistem komputer dgn layar sentuh dan scan sidik jari dan pindai retina --  di ektp terekam sidik jari dan retina mata... Struk hasil pemilihan sbg brg bukti kita memilih siapa -- mirip struk bank kalau ambil uang di atm,hnya saja...

Kesaksian Fahri tentang Situng KPU

MAKLUMAT Fahri Ismael... (Sang Mantan Petugas Entry Data Situng KPU) Ketua KPU angkat bicara tentang kesalahan entry data hasil penghitungan suara (Situng) KPU di beberapa daerah, sebut saja di Dumai, Riau, hasil scan Plano C1 menunjukkan perolehan suara Prabowo Sandi 141, tetapi perolehan suara di Situng KPU atau Real Count KPU diinput 41 suara. Orang terlambat bijak akan berkata "jangan buruksangka pada KPU, itu kesalahan input saja, 141 diinput 41, itu manusiawi". Saya pernah bertugas sebagai petugas entry data pemilu 2004, yang mana Sistem Penghitungan (Situng) KPU pertama kali digunakan pada Pileg 5 April 2004. Kami berempat ditugasi di Kecamatan Siantar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara untuk Pileg 2004, dan di Kecamatan Panei Tongah untuk putaran I Pilpres 2004. Saat itu Ketua KPU RI Anas Urbaningrum, Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution. Tahukah kalian bahwa aplikasi Situng KPU itu tidak memungkinkan bisa kirim data ke IT Center KPU jika ada kesalahan input ata...

Komen untuk system IT KPU

Ini dia, ternyata system data entry KPU sudah (pernah) dibuat bagus, ada data-verification sebelum proses upload. Jadi ada sedikit clue, sebenarnya masalah #salahinput ini bukan karena masalah teknis (atau human error), tapi lebih mengarah ke non-teknis. Kecuali jika tahun 2019 ini system-nya ternyata  memang totally dibuat baru, yg masih tahap dummy ato trial. Plus, bagi yg berprofesi "tukang coding" mestinya ikut penasaran, tiap data yg ditampilkan kok minim info meta-data, ya? Minimal mestinya ada info tampilan: siapa yg create data, tgl berapa di-create, siapa yg terakhir edit, tgl berapa terakhir di-edit dst. Hellow....., anggaran 35 milliar rupiah (!) untuk system IT KPU, apakah itu semua sesuatu yg sulit untuk diterapkan???