Mengapa Perkawinan Tidak Bahagia
*Dua Orang Baik tapi Mengapa Perkawinan Tidak Bahagia?* Ibu saya adalah seorg yg sangat baik, sejak kecil saya melihatnya begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur untuk ayah krn lambung ayah kurang baik. Setelah itu, masih hrs memasak nasi untuk anak-anak yg sdg dlm masa pertumbuhan.. Setiap sore, ibu selalu menyikat panci supaya tidak ada noda sedikitpun. Menjelang malam, dgn giat ibu membersihkan rumah agar tidak berdebu. Ibu adalah seorg wanita yg sangat rajin. Namun, di mata ayah, ibu bukan pasangan yg baik. Tidak hanya sekali ayah menyatakan kesepian dalam perkawinan, tapi saya tdk memahaminya... Ayah saya adalah seorang laki-laki yg bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu dan saat libur ayah punya wkt unt mengantar kami ke sekolah. Ia seorg ayah yg penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berprestasi dalam pelajaran. Ayah adalah seorang la...