Posts

IKHLAS DAN RIDHA

IKHLAS DAN RIDHA Gua sering ketemu orang terkendala "ikhlas". Mereka bilang, "Gua belum bisa ikhlas." Padahal, yang mereka maksud sebenarnya, "Gua belum bisa ridha." Maka, dudukin dulu perkaranya. Ikhlas itu konteksnya akidah dan tauhid. Intinya adalah memperuntukkan sesuatu hanya kepada Allah. Ridha, itu bisa dibilang kebalikannya, yaitu Allah memperuntukkan sesuatu kepada kita. Itu urusan qadha dan qadar. Beriman kepada takdir (baik/buruk) itu emang termasuk yang paling berat. Inilah salah satu bentuk "kutukan pengetahuan" di mana kita cenderung merasa punya pembenaran bahwa sesuatu mestinya terjadi atau tidak terjadi pada diri kita. Iya, paling berat. Kenapa? Karena demi keikhlasan kita kepada Allah, kita harus ridha dengan apa yang diberikan Allah kepada kita, atau apa yang diizinkan Allah terjadi pada kita, apapun bentuknya. Alias, untuk apapun itu baik atau buruk, kita harus tetap indifferent alias netral. Kan ada haditsnya, "Sungguh m...

Kekerasan Wacana Ade Armando

Tulisan bagus, mencoba adil melihat persoalan. _________ Kekerasan Wacana Ade Armando Oleh: Yons Achmad (Pengamat Komunikasi. Direktur Komunikasyik) Banyak orang mengutuk kekerasan dan penganiayaan Ade Armando, tapi lupa bagaimana kekerasan wacana membabi buta dilakukan terus menerus olehnya. Saya tentu tidak pro kekerasan, baik fisik maupun wacana.  Hanya saja, seperti kata  ungkapan Pramoedya Ananta Toer yang terkenal untuk “Adil Sejak dalam Pikiran,” maka begitu juga mendudukan kasus yang menimpa Ade Armando. Tidak serta merta mengutuk mereka yang melakukan kekerasan fisik, sementara membiarkan kekerasan wacana terjadi sebelumnya. Singkatnya, kekerasan wacana dan kekerasan fisik sama bahayanya. Kekerasan fisik, semua sudah tahu. Sementara, kekerasan wacana, mungkin perlu penjelasan sedikit.   Terkait dengan wacana, saya meminjam pengertian yang dipaparkan oleh Prof. Ibnu Hammad dalam buku “Komunikasi Sebagai Wacana” (2010) bahwa dirasakan atau tidak, sebagian besa...

Mau Janji Apalagi Pak Presiden?

Image
Mau Janji Apalagi Pak Presiden? Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Luar biasa! Siapa yang tak kagum dengan ide dan gagasan cemerlang Jokowi di tahun 2014. Lepas itu ide Jokowi atau gagasan timsesnya. Atau gagasan "para futuristik" yang sengaja disiapkan untuk mengangkat citra Jokowi. Di saat Indonesia bergantung pada mobil Jepang, Korea dan Eropa, ide Mobnas Esemka muncul. Masyarakat terhenyak. Kaget! Begitu cerdas dan brilian. Tidak hanya mobnas Esemka. Jokowi menawarkan gagasan tol laut. Konsepnya sangat cemerlang. Indonesia adalah negara kepulauan. Jarak satu pulau dengan yang lain terlalu jauh. Akibatnya,  pertumbuhan lambat dan tidak merata. Ada ketimpangan terutama di Indonesia bagian Timur. Dengan tol laut, jarak antar pulau bisa didekatkan. Ketimpangan teratasi, terutama di bidang ekonomi. Tidak hanya tol laut. Jokowi  juga memperhatikan hutang negara yang cukup  besar. Mulai Soeharto hingga SBY, Indonesia ketergantungan hutang terutama pada BanK Du...

Rasûlullâh SAW Takkan Akui Umatnya yang Dukung Penguasa Dzalim

HADIST INI HAMPIR TIDAK PERNAH DIMUNCULKAN Rasûlullâh SAW Takkan Akui Umatnya yang Dukung Penguasa Dzalim Saya heran mengapa hadits ini jarang dibahas atau hampir-hampir tak terdengar. Ataukah mungkin kita yang lalai? Rasûlullâh ﷺ bersabda ; «اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ،َ» “Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga”. (THR. Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim). Hai muslim, tahukah kamu apa itu telaga Nabi ﷺ? Setiap Nabi memiliki telaga, dan mereka berbangga dengan banyak pengikutnya yang akan singgah padanya. Telaga Rasûl kita Muhammad ﷺ adalah paling ramai. Padanya ada gelas y...

Cara Praktis Menghitung Zakat Maal

Image
# Cara Praktis Menghitung Zakat Maal / Zakat Harta Sekedar berbagi, kami memiliki kebiasaan mengeluarkan zakat maal di bulan Ramadhan atau sya'ban karena memang ada tuntunan dari para ulama dengan tujuan agar orang miskin bisa fokus ibadah di bulan Ramadhan, tanpa memikirkan berat harus mencari makan.  Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata, روي عن بعض السلف أنهم كانوا إذا دخل شعبان أخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان.  "Diriwayatkan bahwa sebagian salaf mengeluarkan zakat harta mereka di bulan Sya'ban dengan tujuan agar kaum miskin dan dhu'afa mampu menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan." [1] Berikur cara praktis menghitung zakat maal/zakat harta 1. Hitung semua uang yang ada pada anda sekarang (Uang tunai yang dipegang dan uang di tabungan) Yaitu semua uang yang ada pada anda saat ini bisa anda pergunakan langsung. Oleh karena itu, untuk piutang (harta) anda pada orang lain, maka dirinci: a) Jika yakin dikembalikan dalam waktu dekat, maka dihitun...

KETIKA IKN MENJADI OLOK-OLOK DUNIA

Image
KETIKA IKN MENJADI OLOK-OLOK DUNIA by M Rizal Fadillah Ambisi ingin pindah Ibukota Negara ke Penajam Kaltim bukan saja menjadi gonjang-ganjing di dalam negeri tetapi juga menjadi olok-olok tajam di luar negeri. Di dalam negeri memang mendapat penentangan keras. Dari kritik aspek historis, studi kelayakan, keamanan, hingga keuangan dan bahkan mistisisme. Terakhir dilakukan uji maretiel UU IKN kepada Mahkamah Konstitusi. Hengkangnya investor potensial Jepang yang menarik kembali komitmennya dipastikan membuat dampak psiko-ekonomik besar terhadap investor asing lainnya. Saudi maupun China masih dalam tahap janji dan membingkai harapan. Opsi “edarkan kencleng” dilempar Kepala Otorita yang tentu saja menjadi bahan tertawaan. Di media luar negeri juga olok-olok dan skeptisme ditulis secara tajam sebagai efek dari batalnya investasi SoftBank Jepang sebesar US 32,5 Billion. Tulisan Abhioday Sidodia di TFI Global menarik dengan judul “Indonesia wants to build a new capital city. Problem is, it ...

ANAK-ANAK RIBUT DI MASJID ; SOLUSINYA ?

ANAK-ANAK RIBUT DI MASJID ; SOLUSINYA ? Oleh : Ahmad Syahrin Thoriq 1. Secara syariat, Islam melarang mengusir anak-anak dari masjid. Justru tuntunan agama ini memerintahkan agar mereka dibiasakan dekat dan akrab dengan tempat yang mulia tersebut. 2. Namun di satu sisi ketenangan dan kekyusu'an jama'ah dalam beribadah tentu harus tetap dijaga. Adab-adab masjid harus senantiasa terpelihara. Di mana acapkali yang jadi masalah, anak-anak berbuat gaduh ketika berada di rumah Allah. 3. Solusinya sebagian ulama tidak menganjurkan anak-anak di bawah 5 tahun untuk dibawa ke masjid. Jika telah genap lima tahun baru dibiasakan untuk shalat berjamaah.  Pendapat ini diantaranya difatwakan oleh imam Malik. Karena di masa lalu, karena baiknya penanaman adab, anak seusia 5 tahun telah mengenal adab-adab bertamu ke rumah Tuhannya. Maka sangat bermasalah bila hari ini anak yang sudah remaja masih belum mengenal tuntutan seperti ini. 4. Di masa sayidina Umar bin Khattab, anak-anak dipisahkan di ...