Kecolongan vs korupsi
Merdekaaa!
SIAPA YANG KECOLONGAN?
Ada yang bilang TNI kecolongan gara-gara
seorang pemuda berprestasi yang lulus seleksi Akmil, kedapatan berpose dengan bendera tauhid di akun medsosnya?
Pemuda yang mahir 4 bahasa itu pun menurut sebagian kalangan harus dikeluarkan dari Akmil karena dituding telah terpapar radikalisme.
Kita jadi bertanya, apa hubungannya bendera tauhid dengan radikalisme? Sila ke berapa dari Pancasila yang dilanggar oleh pemuda ini?
Belakangan media menyebutkan bahwa TNI mempertahankan dia sebagai taruna Akmil karena tudingan sembrono itu tidak terbukti.
Nah, bagaimana dengan data infografik di gambar yang dikutip dari DetikNews ini beberapa tahun lalu?
Bukankah partai-partai ini juga kecolongan masal gara-gara banyak kadernya tersangkut kasus korupsi, bahkan beberapa di antaranya merupakan pimpinan partai?
Beberapa tahun ke belakang, media pernah memberitakan hasil survey persepsi publik yang menyatakan bahwa DPR dan Polri bersaing menjadi lembaga terkorup.
Tidak ada tudingan DPR/Polri sudah kecolongan. Atau tudingan bahwa justru negaralah yang sudah kecolongan, bahkan sejak dari seleksi awal masuk.
Jangan bilang rakyat kecolongan karena di pemilu sudah memilih partai dan wakil rakyat yang ternyata banyak terpapar korupsi.
Karena, meskipun ada benarnya, tapi pernyataan itu terasa menyesakkan dada, sekaligus amat menyakitkan.
Jadi, siapa yang sebenarnya kecolongan?
Mari berlaku adil, sejak dalam pikiran.
Terima kasih sudah membaca ocehan kegelisahan saya yang sotoyy ini.
Comments
Post a Comment