Anjing masuk ke dalam masjid

ANJING?
(Revolus Mental)

By Babo EJB

Mengapa hanya karena Anjing masuk ke dalam masjid lantas kita berang dan masuk berita nasional. Sampai sampai MUI ikut bersuara. Dewan Masjid bersikap. Benar benar dahsyat dampak dari anjing masuk masjid?

Padahal Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R Said Sukanto (RS Polri) Brigjen Musyafak menyatakan SM, perempuan yang masuk membawa anjing ke Masjid Jami Al-Munawaroh, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami gangguan jiwa tipe skizofrenia tipe paranoid dan skizoafektif. Kalau saya perhatikan di Youtube, memang sikap wanita itu rada aneh.

Tapi masalah kejiwaan itu diabaikan. Sepertinya tiada maaf. Situasi politik sedikit beriak menyikapi umat yang baper. Untunglah polisi langsung bersikap dan menjerat wanita itu dengan pasal penodaan agama. Keadaan menjadi reda. Mungkin Polisi bersikap itu karena bagi umat islam, anjing itu haram, terutama air liurnya. Nah dengan membawa anjing itu kedalam masjid itu sama saja dengan menodai masjid.

Kalau ingat anjing, ingat kisah sufi yang sangat populer. Seorang sufi sedang berjalan seorang diri.Ditengah jalan datanglah seekor anjing mendekat sampai menyentuh bajunya. Sufi menghindar sambil menghardik anjing agar segera berlalu. Anjing itu berkata kepada sang sufi,” Apa salah ku sehingga engkau begitu sombong dan membenciku”

" Karena tubuh dan air liur mu itu najiz menyentuh bajuku." Kata sufi itu.

" Seandainya tubuhku najiz menyentuh jubahmu, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan diantara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah dengan kesombongan, dirimu tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!”

Mengapa saya nukil kisah sufi ini? karena Anjing adalah hewan yang namanya terdapat dalam Al Quran, dengan kesetiaan tinggi sebagai sahabat Ashab al-Kahfi. Ajing itu diakui kemuliaannya oleh al-Qur’an (baca Q.S al-Kahfi [18]: 18). Bahkan dalam kisah, seorang pelacur masuk sorga hanya karena memberi minum kepada seekor anjing yang kehausan.

Hikmah cerita, nilai kemanusiaan kita adalah ujud dari akhlak kita. Ujud dari ketaqwaan kita kepada Allah. Bukankah mencintai makhluk ciptaan Allah adalah ujud kecintaan kepada Allah. Walaupun anjing itu najis tidak otomatis kita membencinya dengan merasa sombong dalam keimanan.

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua