Lockdown segera
YTH 271 juta Rakyat Indonesia
#LOCKDOWN
Rakyat Indonesia yang saya cintai, saya dan Anda semua, adalah rakyat Indonesia. Saya dalam kasus CORONA ini barangkali lebih sedikit paham, karena saya memang salah satu Ilmuwan Peneliti Virus bertahun-tahun.
Karena itu dalam kasus Corona ini, saya menghimbau kepada Presiden Jokowi, selalu Pemimpin tertinggi negeri ini, untuk melakukan #LOCKDOWN INDONESIA.
Apa sih artinya #Lockdown? Artinya kita menutup gerbang negara ini dari traffic manusia, untuk sementara waktu, bukan tanpa kecuali. Traffic yang dihentikan ini adalah 1) Wisatawan yang tidak punya urgensi untuk masuk ke Indonesia 2)Orang Indonesia yang keluar jadi wisatawan atau melakukan kunjungan ke luar negeri yang biaa ditunda 3)pengiriman tenaga kerja Asing dari dan keluar negeri 4)Traffic manusia untuk kepentingan komersial yang tidak urgent dan bisa dilakukan dengan cara lain.
#LockDown domestik adalah 1)Larangan sekolah ke kampus untuk siswa, mahasiswa, dan dosen juga guru 2) larangan kegiatan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar 3) larangan melakukan kegiatan keluar rumah yang tidak urgen.
Kenapa #LOCKDOWN harus dilakukan?
SATU
Karena Virus Covid-19 ini, dalam umurnya yang tiga bulan sudah bermutasi berkali-kali, makin ganas dari hari ke hari, dan SUDAH MENGGUNAKAN MANUSIA SEBAGAI AGEN/RESERVOIR tempat hidup berkembangbiak dan menularkan satu sama lain.
Bahkan perkembangannya saat ini, Virus Covid 19 ini bisa menular ke manusia tanpa menimbulkan gejala, atau sub clinical infection, dan membuat manusia yang terinfeksi menjadi rumah tempatnya berkembang biak dan menjadi carrier/pembawa kemana mana tanpa merasalan gejala sakit.
DUA
Case Fatallity Rate (CFR) setelah tiga bulan meningkat empat kali lipat dari 1,4% di tanggal 29 Desember 2019 menjadi 7% di tanggal 11 Maret 2020.
Artinya potensi peningkatan CFR dalam bulan bulan ke depan berpotensi menjadi sangat membahayakan. Terbukti saat ini jumlah kasus kematian melonjak 4 kali lipat dibandingkan jumlah kasus pertama kali.
Bahkan negara Inggris telah mengumumkan bahwa jumlah kasus kematian yang diperkirakan akan terjadi di Inggris pada bulan Mei-Juni nanti bisa mencapai 500.000 kematian.
TIGA
Artinya Covid-19 HARI INI dan selanjutnya akan menjadi kasus Katastropik/pageblug/pandemi terbesar kedua sepanjang sejarah manusia, setelah di abad ke 12 terjadi pageblug/pandemi akibat multi infeksi campak, polio, dan pes di dunia yang membunuh 200 juta orang pada waktu itu.
EMPAT
Hari ini, negara yang terjangkit sudah mencapai 180 negara dari 193 negara resmi anggota PBB. Artinya di seluruh permukaan bumi COVID-19 sudah tersebar tanpa terkecuali. Dengan MANUSIA menjadi Agen pembawa yang sangat efektif.
Oleh karena itu, maka, tindakan #LOCKDOWN adalah satu-satunya tindakan yang PALING MASUK AKAL untuk menghentikan penyebaran virus COVID 19 ini.
#Lockdown telah terbukti sangat efektif dilakukan di China sebagai Negara pertama kali terjangkit COVID 19 ini. Dari 50 distrik yang dilockdown dalam waktu 1 bulan penyebaran Virus COVID 19 telah berangsur-angsur berhenti kematian bisa dihentikan hanya berjumlah 1450 dan saat ini 80% pasien telah dinyatakan sembuh.
Karena itu, demi 271 juta orang Indonesia, demi 7,5 miliar penduduk dunia, tindakan #LOCKDOWN harus dilakukan. Berapa lama?
Menurut pengalaman RRT, 1 bulan saja cukup. 1 bulan lockdown itu tidak lama.
Apa sih, wahai penduduk +62 Indonesia Raya tercinta, yang Anda takutkan dengan #LOCKDOWN? Takut mati kelaparan? Takut ngga bisa makan?
Itulah makanya kalau otak isinya cuma makaaaan melulu.
Anda semua punya Smartphone kaaaan. Di Indonesia ini nomor HP yang beredar ada 1,5 miliar padahal rakyatnya hanya 271 juta. Artinya Anda semua ini dari Kakek 100 tahun sampai bayi umur sehari punya sedikitnya 2 nomor HP.
Nah sekarang tahu ngga sama yang namanya ONLINE SHOP. Bohong banget kalau nggak tahu. Selama ini beli kerudung sama lippen sama rokok udah online.
Nahhh sekarang Anda diem. Diem aja di rumah. Nahhhh tuh segala macam beras, roti, Indomie, telur ayam daging tempe tahu sayuran cireng seblak terserahlah whatever yang bikin Anda semua takut mati kelaparan, panggil saja pake HP buat datang ke rumah. Darimana mereka? Haduuuuh masa harus saya juga yang mikirrrrr sih.
Ya dari pasar kek warung carefour indomaret darimana aja kek. Telpon aja telpon telpon telpon!!! WA WA WA!!!
Biarin mereka kirim kurir yang dikrukupin pake sarung apa jas hujan. Pokoknya Anda diem aja di rumah, nanti beras kopi softex koyo ayam santan datang sendiri.
Dah tahu belum???
Terus sekolah gimana bu Dokter. Masa anak ngga sekolah atau masak anak ngga kuliah.
Tahu ngga sama yang namanya
I N T E R N E T.
Bukan Indomie telur kornet. Itu lho yang dibeli pakau pulsa. Kuota kuota. Makanya jangan dipake buat nonton youtube doang.
Nah....belajar mengajar dan kegiatan kuliah bisa diganti dengan GOOGLE CLASSROOM, SKYPE, ZOOM, HANG OUT, dah itu murid sama mahasiswa lebih tahu deh.
Murid tetep di rumah Guru di sekolah. Kan jumlah murid lebih banyak dari guru toh. Nah belajar tetep matematika bahasa IPA IPS les kumon les ngaji les karate tetap bisa dilakukaaan.
Jelas beluuum????
"Lalu kita di rumah ngapain dong, bu Dokter. Masa kita bengong aja?"
Siapa yang nyuruh bengong. Kerja dong kerja. Tetap kerja, jaga kesehatan, olahraga, tanam tanam sayur, buah, rempah, umbi, pelihara ayam, ikan, mengaji, mendekat kepada Allah, family bonding. Banyak yang bisa dilakukan di rumah dengan Internet kaaan.
Lalu orang miskin, apa mereka nanti kelaparan?
Ya itulah kalau mental miskin. Tahunya cuma bengong dikasih uang dikasih bantuan dikasih makan.
Kata Pemerintah, orang miskin tinggal 7%. Biar saja itu diurus Pemerintah, kirimi sembako gratis, telur, kacang hijau. Sayur buah. Kan Pemerintah kaya. Anggota G20. Saya mau kondisi ini sekalian pembuktian apakah negara ini betul sudah kaya atau uangnya cuma di laporan saja.
Kalo masih protes dan belum jelas juga masih ngga mudeng juga berendam aja di kali biar seger sana.
Cape nulis tauk.
YTH Presiden Jokowi.
Dengan #LOCKDOWN ini, maka INDONESIA berpartisipasi dalam menghentikan persebaran COVID 19 dunia.
Saya udah ngga tahu lagi mau nulis apa lagi buat Anda, Pakde. seterahlah.
@Tifauzia Tyassuma
Dokter, Peneliti, Penulis.
Foto pertama, negara yang berpartisipasi #Lockdown
Foto kedua, tahu kan negara sotoy yang super egois, ngga mau mikir nasib seluruh dunia?
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10219482126796455&id=1612051100
Comments
Post a Comment