Lockdown solusinya, surat #3
YTH Presiden Jokowi
(Surat nomor 3)
#LOCKDOWN
Release resmi dari Jubir COVID-19 sampai Sabtu, 15 Maret 2020. Jumlah positif 96 dan kematian 5.
Bapak, hukum persebaran kuman itu 1 ke 4. Satu orang positif artinya ada 4 orang di sekitarnya yang positif. Kalau terjadi Pandemi, artinya probabilitas berkembang menjadi 1 ke 100. 1 orang positif posibilitas orang positif adalah 100 orang di sekitarnya.
Dan risiko persebaran COVID-19 di Indonesia dalam Desember 2019-Maret 2020 akan semakin besar. Karena apa? Tidak ada tindakan preventif apapun yang dilakukan selama Indonesia belum dinyatakan positif terjangkit.
Pesawat masih bebas keluar masuk dari dan ke luar negeri. Kapal-kapal pesiar masih bersandar dengan santainya. Yang ditolak di negeri lain, di Indonesia diterima dengan suka hati.
Kuncinya adalah #lockdown, ya Pak.
#LOCKDOWN adalah tanda KEKUATAN BAPAK SEBAGAI PEMIMPIN.
Kalau seorang Kepala Negara berani memberlakukan #Lockdown bagi negerinya, artinya dia SANGAT YAKIN bahwa negaranya KUAT. Rakyatnya kuat secara MENTAL. Negaranya KUAT secara EKONOMI DAN POLITIK.
Saat ini, Bapak, tidak ada satupun Ilmuwan dunia yang bisa memastikan mutasi dan evolusi yang terjadi pada COVID-19. Saya pun melakukan hipotesis atas prognosis berdasarkan Ilmu Clinical Epidemiology dan Virology, terhadap COVID 19 ini.
Saat ini yang sudah terbukti adalah bahwa Virus COVID 19 ini sudah berhasil menjadikan Manusia sebagai Reservoirnya.
Karena itu tindakan BEYOND PREVENTION, termasuk di dalamnya #Lockdown, adalah tindakan yang paling masuk akal.
#Lockdown itu ada berbagai versi dan strategi.
Kita harus mengikuti karakteristik dari COVID-19 ini. Saat ini si virus sudah menggunakan manusia sebagai reservoirnya. Hasil penelitian terbaru menyatakan. Bahwa titik tangkap COVID 19 bukan lagi di CD 4. Maka obat Anti HIV yang bulan lalu di Wuhan masih efektif, sekarang sudah tidak lagi.
Maka di bulan Februari 2020, pengobatan kemudian beralih ke BOM Vitamin C dosis tinggi, dan cukup efektif. Mengapa?
Karena COVID-19 telah berevolusi lagi. Sekarang titik tangkapnya adalah ke ACE, Angiotensin Converting Enzyme.
Apa ini artinya?
Sekarang ini COVID-19 bisa langsung menyebabkan kematian. Kematian yang terjadi bukab lagi karena Infeksi Sekunder, tetapi karena terjadi Bronchospasme dan atau Cardiac arrest, jantung berhenti. Ini yang terjadi pada Pasien positif di Manado. Datang dengan serangan jantung bukan dengan gejala gangguan pernafasan.
Kondisi yang juga saya tengarai terjadi pada Pak Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan. Karena dia pasien ke 76 artinya dia terinfeksi COVID 19 generasi ke 3, yang telah secara langsung berikatan dengan ACE. Makanya serangannya seperti Asma. Terjadi Bronchospasme dan seterusnya.
Dalam rentang dua minggu, mengikuti karakteristik COVID-19 yang menempel pada permukaan, bukan melalui jalur air borne. Maka Bapak Presiden, Bapak Wapres, semua Menteri, Pejabat, dan orang-orang yang bersentuhan dengan Pak BKS, possible untuk terinfeksi tanpa disadari.
Bapak Presiden tampaknya body immunity nya kuat. Tetapi saya khawatirkan Pak Wapres yang sudah sepuh dan punya Diabetes. Apakah beliau sempat salaman dengan Pak BKS?
Beliau lebih baik dikarantina dulu Pak. Daripada kenapa-kenapa.
Bapak Presiden.
Kalau Bapak cermati ribuan komen (total 5.000 komen, 10.000 lebih likers, dan sekitar 20.000 share) yang mengikuti postingan saya,
Rakyat Anda umumnya TIDAK PEDULI #LOCKDOWN itu apa.
Mereka hanya PEDULI, mereka kelaparan, takut tidak bisa dapat uang, kalau diberlakukan #Lockdown.
Selebihnya, asal perut mereka terjamin, ada uang saku yang menjamin mereka punya pegangan, mereka akan fine-fine saja kalau Bapak berlakukan #lockdown.
Rakyat Indonesia yang Bapak pimpin, jauh lebih peduli mereka kenyang walau sakit, dibandingkan berpikir bahwa dengan TANPA ADA #LOCKDOWN orang yang terinfeksi COVID 19 mau sakit atau mau mati.
Rakyat Indonesia ini rupanya lebih takut lapar daripada takut mati.
Maka, saran saya, saya ulang sekali lagi:
1. Berlakukan #LOCKDOWN secepat mungkin. Gerbang negara tutup, gerbang antar pulau seleksi seketat mungkin.
2. Kerumunan massa seperti sekolah dan kampus yang memungkinkan terjadi persebaran di #lockdown dahulu.
3. Berikan KUPON GRATIS SEMBAKO kepada 7% warga miskin. Yang mau ngaku miskin dan ingin dapat Kupon Gratis ya kasih kan sajalah.
4. Berikan BLT, uang saku kepada 7% warga miskin. Yang mau ngaku miskin dan ngarep BLT juga berikan sajalah.
5. PERINTAHKAN rakyat anda untuk menghindari sedikit mungkib keluyuran keluar rumah, kecuali yang URGENT sekali dan tidak bisa ditinggalkan. Selebihnya, instruksikan untuk diam di rumah.
Bapak Presiden.
Mengikuti hukum Pareto logic, saat ini sedikitnya ada 384 orang yang telah terinfeksi tetapi tidak atau belum terdeteksi.
Dan kalau mengikuti hukum persebaran virus, kemungkinan sudah ada sedikit ya 9600 orang yang terinfeksi tanpa mereka sadari.
Mekanisme Screening kasus di Indonesia masih sangat primitif, dimana yang terdeteksi hanyalah yang kebetulan sakit dan berobat. sementara ribuan lain yang sebetulnya sudah terinfeksi masih bajalang kasana kamari.
Tidak usah jauh-jauh lah. Pak Menteri BKS bukannya juga masih kesana kemari, masih ikut Rapat Kabinet, masih keluar masuk istana. Ini Menteri yang tentu adalah Pejabat yang sangat dilindungi kesehatannya dengan protokol yang ketat, bukan?
Lalu bagaimana dengan rakyat yang sudah terinfeksi dan mereka masih kesana kemari?
Bagaimana dengan Wisatawan asing yang sudah jelas terdiagnosis COVID 19 tetapi dia masih jalan-jalan dengan bebas ke Indonesia.
UNICEF dan WHO sudah mengingatkan terjadinya evolusi COVID 19 sejauh ini. Bahwa dia sudah adaptasi dengan iklim Indonesia yang panas dan lembab. Dan kemampuan bertahan hidup di permukaan apapun sudah mampu di atas 9 jam tanpa mati.
COVID-19 yang sudah dibuat sebagai senjata biologis sejak tahun 1980, 40 tahun lalu, berevolusi dengan tepat seperti yang dikehendaki pembuatnya. Bagaimana caranya? Mekanisme mutasinya berkembang sesuai dengan karakter reservoir dimana dia hidup dan berkembang biak.
Dan dengan perilaku manusia di abad 21 yang semakin sembarangan dalam menjaga pola hidup dan pola makan, dengan usus yang makin buruk dan mikrobiota yang makin miskin, dia menjadi kuman yang menjajah dengan leluasa di dalam tubuh manusia yang saat ini menjadi reservoir utamanya.
Nah. SATGAS COVID 19 kelamaan Pak. Ayolah #LOCKDOWN dulu. Sekedar membatasi Human Traffic saja Pak.
Kalau rakyat masih bandel dan ngeyel sudahlah seterahlah mereka ini kaum egois yang cuma mikir takut lapar takut miskin padahal sudah bertahun-tahun miskin ya ngga apa tuh.
Yang penting Bapak sebagai Presiden jaga kami semua, 271 juta Rakyat INDONESIA ini, dengan TEPAT DAN BENAR.
#LOCKDOWN
Kasih KUPON SEMBAKO GRATIS dan BANTUAN LANGSUNG TUNAI kepada rakyat miskin dan yang takut miskin.
Bismillah, semoga dengan #lockdown, persebaran virus COVID 19 terhambat dan dengan kehilangan kesempatan hidup di Reservoirnya, dia akan kehilangan daya hidupnya.
Yuk Pak. #Lockdown yuk.
Tifauzia Tyassuma
Dokter, Peneliti, Penulis
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10219490815893677&id=1612051100
Comments
Post a Comment