Eka P: sejarah panjang konflik papua

Kerusuhan Wamena digiring ke arah pertikaian antar etnis asli Wamena dan etnis luar (Minang dan Riau).

Konfirmasi dari berbagai media menegasikan hal ini. Para perusuh bukan warga asli Wamena. Mereka menyerang secara membati buta kepada siapa saja. Termasuk orang Makassar, Minang, Jawa, Madura, dsb yang kebetulan sedang berada di lokasi. Warga setempat bersama brimob berusaha menyelamatkan para korban.

Pergeseran isu kearah pertikaian etnis agaknya lagu lama yang harusnya sudah dihapal rakyat Indonesia. Lagu yang terus menerus diputar oleh penjajah sejak jaman kolonial. Klise.

Sejarah pertikaian di Papua tak lepas dari isu pecah belah etnis.

Karena alasan perbedaan etnis pula Hatta punya pandangan untuk tidak memasukkan Papua ke dalam NKRI. Sejak 74 tahun yang lalu. 14 Juli 1945. Saat rapat BPUPKI. Pandangan yang bertentangan dengan mayoritas anggota BPUPKI lainnya.

Hatta tampaknya banyak dipengaruhi oleh kedekatannya dengan Belanda. Berulangkali Belanda mengatasnamakan perbedaan etnis untuk bisa menguasai Papua. Mencegahnya bergabung dengan suku suku lain Indonesia.

Argumen yang diusulkan Hatta masih didengung-dengungkan hingga saat ini. Oleh mereka yang ingin Papua merdeka. Mereka yang mengaku mewakili suara rakyat Papua. Tapi ternyata tidak. Mereka mewakili suara para penjajah yang ingin tetap menguasai Papua.

Argumen itu tidak bisa diterima. Bukan perbedaan etnis yang menjadi dasar penetapan batas batas suatu wilayah kesatuan negara.

Hukum international menetapkan :

"Uti posideti juris"

Menetapkan bahwa sebuah negara mewarisi wilayah-wilayah bekas penjajah yang sama.

Itu artinya, secara hukum International Papua sudah terintegrasi ke dalam NKRI sejak awal mula kemerdekaan.

Namun negosiasi Konferensi Meja Bundar  berkata lain.

Hatta tahu bahwa Belanda sangat menginginkan Papua. Bagi Belanda Papua setara dengan separo Nusantara. Setara dalam hal kekayaan SDA-nya. Belanda bersedia melepaskan Hindia Belanda. Tapi tidak dengan Papua. Gunung Emas Papua menyihir semua orang untuk memilikinya.

Hatta juga sangat tahu bahwa rakyat Indonesia sudah menanti-nanti memperoleh kedaulatan yang selama ini masih ditahan-tahan oleh Belanda.

Belanda antara rela tak rela melepas Hindia Belanda. Namun kecaman PBB meluluhkan sikapnya. Tidak luluh sempurna. Ia tetap menyandra Papua.

Agaknya Hatta menangis di meja KMB. Menangis karena bahagia. Akhirnya Belanda mau menyerahkan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia. Sekaligus menangisi kekejamannya.  Meninggalkan Papua tetap dalam cengkraman Belanda.

Tidak ada pilihan lain. Ia berjanji suatu hari akan membebaskan Papua. Kapankah?

Saat Belanda semakin bernafsu menjadikan Papua sebagai negara boneka.

Belanda membentuk angkatan laut pada 1956. Membentuk tentara pada 1957. Terdiri dari orang Papua. Untuk melawan tentara Indonesia. Cerdik. Pasukan ini pula yang menjadi cikal bakal kelompok pemberontak di Papua.

Pada tanggal 6 Maret 1959, harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura.

Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, tetapi tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga.

Beberapa negara terlibat dalam konflik Papua : Indonesia, Belanda, Amerika, Uni Soviet, Australia.

Amerika sekutu Belanda dan Australia. Bisa ditebak keberpihakannya. Melalui CIA mengatur rencana membunuh Soekarno. Raja emas yang terlalu dekat dengan Soviet. Malapetaka besar bagi Amerika.

Soekarno menyuruh Jenderal A. H. Nasution pergi ke Moskow dan berhasil mengadakan perjanjian jual-beli senjata dengan pemerintah Uni Soviet senilai 2,5 miliar dollar Amerika dengan persyaratan pembayaran jangka panjang. 

TNI mengklaim Indonesia memiliki angkatan udara terkuat di belahan bumi selatan.

Amerika ketar ketir. Perang jelas akan dimenangkan Indonesia. Bagaimana nasib Freeport Sulphur yang kadung ditandatangani?

Amerika dan Australia berpaling dari Belanda. Pura pura mendukung Indonesia.

Dilakukan konferensi PBB di New York. Memutuskan akan dilakukan jajak pendapat. Menentukan Papua ingin merdeka atau gabung dengan Indonesia. Hasilnya... Ingin gabung dengan NKRI.

Soekarno menata ulang perijinan Freeport Sulfur. Bisa jadi membatalkannya.

Amerika berang. Soekarno harus segera dilengserkan.  Dokumen CIA baru baru ini di release. Dokumen skenario pembunuhan Soekarno.

Kekuatan para jendral dipecah belah. Puncaknya 30 September 1965. Kebohongan besar dibangun. Wacana digeser menjadi PKI ingin merebut kekuasaan. Tak lain sentimen pada Soviet yang terlalu banyak ikut campur di Indonesia.

Beberapa info menyatakan kurang lebih 5 Juta penduduk tak berdosa dibantai oknum. Atas dalih membersihkan NKRI dari komunisme.

Kekacauan masih akan berlanjut hingga gunung emas itu lebur membaur rata dengan tanah.

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua