Naomi: spoiker Joker

Kemarin gue udah nonton film Joker ... dan sepanjang nonton gue sedih aja bawaannya. Sebuah film yang memang ngaduk - ngaduk emosi gua. Dan sedikit banyak mirip dengan kehidupan masa lalu gua.

Banyak penyiksaan dan penganiayaan mental yang terjadi di dalam film itu yang dialami Joker. Entah tersirat entah tersurat. Penghinaan yang disampaikan langsung maupun tidak langsung. Dianggap remeh, dikucilkan, dipandang sebelah mata bahkan tidak dilihat. Tidak dipercaya bahkan mungkin dianggap tidak ada. Persis banget seperti yang gue pernah alami. Bahkan bukan orang asing yang memperlakukan gue seperti itu, tapi juga orang-orang yang disebut keluarga. Tahu alasannya kenapa gue bukan a family person kan sekarang ?

Gue bisa rasakan luka hati yang Joker rasakan. Amarah yang Joker rasakan. Rasa muak yang Joker rasakan. Rasa terbuang yang Joker rasakan. Hampir semua yang dia rasakan, gue tahu rasanya. Tiba - tiba semua terasa begitu lucu dan tiba - tiba semua terasa menyedihkan itu hal biasa. Dan gue gak perlu sebab untuk tertawa ataupun menangis. Tapi itu dulu...  Rasa amarah yang menggebu - gebu tiba-tiba muncul ke permukaan tanpa gue tau sebabnya Kenapa. Tapi gue tahu rasanya.

Dianggap remeh akan segala apa yang gue kerjakan sama seperti Joker, gue tau rasanya. Semua hal baik adalah gak mungkin buat gue sama seperti halnya Joker (menurut orang - orang di luar sana). Mereka sibuk dengan kejayaan mereka masing - masing yang cenderung berubah menjadi kesombongan hingga mereka cenderung menutup diri atas keengganan mereka untuk direpotkan oleh saudara (dalam hal ini gue) ... gue tau rasanya. Mereka mungkin lupa kalau Tuhan tidak pernah tidur (itu dulu guru sekolah minggu gue yang bilang waktu jaman gue masih ke Gereja).

Di dalam film itu gue juga melihat jelas arogansi dan kesombongan dengan memandang rendah Joker dan cenderung membullynya. Lebih jahat dari setan ya...

Menjadi delusional dan berkhayal tentang banyak hal, I KNEW  IT SO WELL. Keinginan  untuk berhenti hidup dan menyelesaikan itu semua di satu titik saat terasa penuh dan tak ada ruang lagi untuk bergerak. SAYA SANGAT PAHAM.

Gue bukan Joker, tapi gue tahu apa yang Dia rasakan. Pertanyaan gue kepada kalian di luar sana yang kerap memandang rendah orang lain, menghina, mengejek, membully, menyiksa secara fisik dan mental dan melakukannya secara terus menerus. Lo semua pada sadar gak kalau ternyata lo semua itu lagi membentuk Joker - Joker baru?

Bersyukurnya gue ketika gue besar gua tetap menjadi diri gue dengan versi berbeda entah itu lebih baik atau gak, tergantung pemikiran orang lain. Dan gue gak perduli. Bersyukurnya gue ketika besar gue tidak memilih jalan menjadi Joker walau sejujurnya amarah dan kekecewaan  itu masih tersisa kok.

Entah kenapa gue mau tulis ini. Bukan mau jadi spoiler film atau membuat banyak orang tahu masa lalu gua. Tapi gue merasa sudah saatnya juga gue berbagi cerita (dan ini yang pertama kalinya) bahwa gue juga pernah punya kehidupan persis seperti Joker.

Dear elo - elo di luar sana. Yuk stop menyiksa orang secara mental, mengerogoti psikologinya dengan melakukan penghinaan, caci maki, bullying, memandang rendah orang lain, merasa diri kalian paling hebat, selalu menyalahkan mereka dan tak pernah memberikan kesempatan kepada orang lain.  Waktu kita semua terlahir sama, bukankah kita semua juga berhak mendapat perlakuan yang sama? Terlepas dari latar belakang kita yang berbeda.

Stop menciptakan Joker - Joker masa depan dan itu berawal dari kita. Treat everyone equally. Just like you, mereka juga butuh recognition, appreciation, love and caring. Respect dan ketulusan itu mungkin cukup sebagai awalnya. Seikhlas apa elo memberi, seikhlas apa elu berbagi, seikhlas apa elu memuji dan seikhlas apa elu menerima orang lain sebagaimana adanya mereka? Can you? Can me ? Can we ?

Gue gak nyesel nulis ini. Maaf kalau ada yang merasa tersinggung. I don’t bother that. I was designed to be alone, and because of that I am strong even stronger than I thought. Thanks for reading this. Let’s stop creating another Joker together. Love, Peace and Care.

#HumanityRestored

https://www.facebook.com/1053820912/posts/10217733635506658/

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua