Framing Jenggot dan Sholat
Framing itu nyata ada!!!
Arham Rasyid
Sudah saya duga sebelumnya, beberapa media mulai membuat judul berita yang nganu banget. Jenggot hingga sholat dibawa-bawa, hingga bisa menimbulkan asumsi bagi awam kalo yang jenggotan dan taat sholat itu punya potensi untuk melakukan kekerasan.
Ini yang disebut framing. Membingkai sebuah berita sekehendak sendiri demi menghamba pada rating. Pernah belasan tahun bergelut di media massa, sedikit banyak saya pahamlah cara-cara beginian. Tapi gak semua juga sih, tergantung SDM juga.
Apa yang salah dengan jenggot dan sholat? Sebegitu pentingnyakah untuk menggambarkan ciri pelaku? Lantas apa korelasinya dengan peristiwa? Atau sudah gak adakah bahan untuk menggali 5W+1H?
Selain kejar tayang, biasanya ini juga pengaruh skema kebijakan. Sebaik-baik wartawan membuat berita, harus mampir di folder redaktur, dioper ke redpel, dicek quality control, dan mentok di meja pimpred.
Sudah kelar? Oh, belum. Tayang atau tidak, direktur yang menentukan. Kalo nemu redaktur yang arogan, redpel yang kampungan, pimpred yang moody, dan direktur yang bossy, maka jangan heran kalo pemberitaan dan judul bisa berubah 180 derajat dari apa yang diketik wartawan, karena beritanya sudah diblender banyak kepala.
Jenggot itu sunnah, bukti kecintaan pada Rasulullah, mau ia tumbuh seperti apa, ya sami'na waatho'na. Begitupun sholat, mencegah perbuatan keji dan perbuatan mungkar. Ini justru bertolak belakang dengan pesan pemufakatan jahat yang ingin disampaikan media pembuat berita.
Alhamdulillah saya juga jenggotan, dan insyaallah taat pada perintah sholat, tapi jangankan pegang pisau kunai untuk nusuk orang, lihat darah saja kleyengan, buka bumbu indomi saja saya masih pake gunting.
Trus bagaimana seharusnya kita menyikapi? Bersabar, itu yang penting. Jangan tergesa-gesa menyimpulkan, tahan jemari agar gak terpancing untuk membuat status di medsos yang akan mencerminkan kita gak jauh beda dengan mereka. Hindari nyumpahin, apalagi mendoakan keburukan menimpa korban, karena screenshot netizen lebih dahsyat dari kecepatan the flash hingga gundala. Kita tunggu saja, kebenaran niscaya akan menemui jalannya.
Terlalu dini menyebut pelaku khawarij, apalagi dugaan konspirasi akatsuki atau ada peran Konoha dibalik semua ini. Kita doakan saja bapak yang jadi korban penusukan keadaannya membaik dan tetap kuat. InsyaAllah beliau pasti kuat. Ditempa pengalaman bersama Pam swakarsa, berjibaku dengan fretelin di Timor Timur, hingga menyamar jadi sopir bus kota, kalo sekadar ditusuk begini mestinya cuma receh baginya.
Kalaupun benar terluka parah, semoga bisa sembuh seperti sedia kala, dan jangan sampai membebani negara.
Mari tetap menyikapi semua dengan bijak. Seperti kata pepatah : Orang bijak taat ngerujak. Yang gak bijak, gak diajak.
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10157015640389531&id=623974530
Comments
Post a Comment