Ketidakmampuan dan ketiadaan
MENYEMBAH KETIADAAN
.
© Doni Riw
.
Berhala seluruh ruangan itu dihancurkannya dengan kapak. Kecuali satu yang paling besar. Kemudian kapak digantungkan di leher berhala besar itu.
.
Esok hari, ketika para penyembah berhala marah padanya, Kekasih Allah itu menjawab dengan retorika; "marahlah pada berhala terbesar, dialah yang menghancurkan berhala-berhala kecil, bukti kapak masih ada padanya"
.
"Mana mungkin? Mustahil dia bisa menghancurkan sesama batu yang lain."
.
Demikianlah. Manusia gemar menyembah ketiadaan, menyembah hayalan.
.
Sesuatu yang sejatinya tiada namun diagung-agungkan. Hingga menghalangi pengagungan pada Dzat Agung yang nyata; Allah Ta'ala.
.
Demikianlah esensi berhala. Sesuatu yang sejatinya tiada, namun dipuja melebihi Sang Pencipta semesta.
.
Namrudz berlindung di balik pemberhalaan dirinya dan batu-batu itu, demi kekuasaan.
.
Ibrahim dikata anti berhala karena menyeru untuk tunduk pada Allah semata. Tapi bagi Namrudz dan bala tentaranya, Ibrahim radikal dan anti berhala.
.
Berhala adalah segala sesuatu yang kita agungkan hingga mengalahkan Sang Pencipta.
.
Berhala adalah segala sesuatu yang demi dirinya, kita tidak bisa mendaulatkan syari'atNya.
.
Namrudz dan semua penerusnya akan berkata; syari'at Allah tertolak karena tidak sisuai dengan berhala-berhala kami.
.
Sementara mereka sejatinya tau benar, bahwa berhala-berhala itu tidak mempu berbuat sesuatu apa, meski kapak masih tergantung di lehernya.
.
Jogja 71119
@doniriw
t.me/doniriw_channel
fb.me/doniriwchannel
.
#menyembahketiadaan #doniriw
Comments
Post a Comment