Manipulator vs radikalisme
*Manipulator*
Jokowi ingin kata radikalisme diganti dengan manipulator agama.
Sekarang kita coba urai terminologi nya. Kalau kurang, silakan ditambahkan.
Yang manipulator itu, foto2 sholat saat kampanye, setelah jadi presiden hilang.
Yang manipulator itu, bininya pake jilbab saat kampanye, setelah itu telanjang kepala pake baju badut celana cingkrang.
Yang manipulator itu, berpenampilan seperti sunan kalijaga saat kampanye, setelah itu mencela jubah dan sorban nya.
Yang manipulator itu, emaknya berubah-ubah setiap ada acara kenegaraan.
Yang manipulator itu, ngaku alumni UGM tapi IPK nya cuma 2 koma.
Yang manipulator itu, cina-cina yang masuk keluar pondok pesantren saat kampanye, setelah itu hilang.
Yang manipulator itu, sesumbar November meroket, setelah lima kali November, tetap saja negara mengkeret.
Yang manipulator itu, bilang jalan tol Trans Papua meningkatkan ekonomi masyarakat nya, ternyata dibantah oleh gubernur kepala daerah nya.
Yang manipulator itu, bilang mobil Esemka produksi pabrik dalam negeri, ternyata ketahuan impor dari cina.
Yang manipulator itu, bilang peresmian pabrik mobil Esemka, ternyata cuma gudang perakitan.
Yang manipulator itu, sesumbar mengangkat menteri pendidikan dari PGRI, setelah terpilih jadi presiden yang dia tunjuk tukang ojek.
Yang manipulator itu, kau kriminalisasi ulama dan para pendukung fatwanya, dana zakat dan haji nya kau rampok.
Itu yang manipulator, anjing!
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=145270456856595&id=100041209240964
Comments
Post a Comment