Tentang celana cingkrang, Tere Liye

*Cingkrang

Saya tidak tahu, apakah pemerintah itu tidak punya pekerjaan lain, hingga harus mengurusi soal berpakaian. Karena masalah ini sebenarnya simpel saja. Entah kenapa dibuat rumit, kemana2, seolah itu adalah hal prioritas untuk dikerjakan.

Lihat foto yang saya posting bersama catatan ini? Foto selebritis top dari Korea. Dia pakai celana cingkrang. Kalian yg suka drama Korea, mestilah tahu siapa oppa ini. Apakah dengan memakai celana cingkrang maka oppa ini adalah teroris? Radikal? Berbahaya? Mode celana high water pants itu justeru sedang merebak di banyak tempat, termasuk di Korea dan Jepang. Terlihat trendy, bergaya.

Itu benar, dalam agama Islam, hal ini ternyata menjadi sesuatu, karena ada hadist Nabi yang membahasnya. Kata Nabi (dalam hadist Bukhari): ”Busana yang melebihi dua mata kaki maka (pemakainya) di dalam neraka.” Tapi apakah otomatis begitu maksudnya? Mutlak? Saya meyakini, jika kalian mengaji dengan banyak sumber, hadist ini tdk bisa dibaca terpisahkan dengan hadist2 lain. Karena menurut sebagian besar ulama, kata kunci dari hadist tersebut adalah: sombong.

Abu Bakar lantas berkata,”Seseorang memanjangkan bajuku agar rileks, apakah ini termasuk?” Rasulullah menjawab,”Engkau (Abu Bakar) tidak melakukannya karena kesombongan.” Clear bukan? Silahkan baca buku2 yg baik membahas soal ini, biar kita paham.

Tapi pendek kata, masa' hanya gara2 celana panjang kita jadi masuk neraka? Saya kira, agama Islam itu tidak senaif itu. Masa' hanya diukur dari celana. Nah, tapi jika sombong, angkuh, dia memakainya dengan perasaan itu, bermegah2, bergaya2, sombong, bahkan dengan pakaian sempurna sesuai tuntunan agama sekalipun, dia tetap bisa masuk neraka.

Selesai. Seharusnya clear sampai di sini. Yang meyakini mau pakai cingkrang boleh; yang tidak juga boleh. Sepanjang dengan catatan masing2.

Tapi aduh, ternyata, tidak selesai di situ. Di satu sisi, celana cingkrang ini dianggap mutlak wajib--ada yang memotong semua celananya biar begitu. Dan di satu sisi yang ekstrem lagi, celana cingkrang ini dianggap radikal, berbahaya, membawa paham mengerikan. Sementara yang berdiri di tengah2, yang baik2 saja, tidak ada masalah; justeru jadi 'korbannya'. Kamu kok kenapa nggak cingkrang? Kamu nggak kaffah deh, besok2 masuk neraka. Dan sebaliknya, di sisi lain, meluncurlah wacana melarang celana cingkrang. Wussh, kamu sekalian tidak boleh lagi pakai celana cingkrang. Lah? Loh? Apa dosanya mode high water pants? Bahkan sekalipun itu hanya utk aturan seragam PNS, tetap bukan urusan pemerintah lebay mengurusnya. Itu keyakinan setiap orang, tidak perlu diintervensi. Besok2, lu bakal larang orang pakai jilbab di sekolah Negeri dong, dengan argumen itu sekolah pemerintah? Bisa kejadian ini.

Lantas saya yg kemana2 suka pakai sarung gimana dong? Masuk neraka nggak? Dilarang nggak? Ini tidak adil. Masak celana cingkrang dikasih perhatian begitu besar, tapi sarung tidak? Bikin juga dong wacana peraturannya.

Entahlah.

Pada akhirnya, semoga kita tidak menghabiskan energi untuk hal2 seperti ini. Cadar salah-satunya. Berjanggut contoh berikutnya. Yang mau pakai silahkan, yang tidak juga silahkan. Dikembalikan saja masing2. Kita tidak bisa melarang keyakinan seseorang. Dan pemerintah tidak perlu lebay. Ayolah, ada cara lebih baik melawan radikalisme di negeri ini. Pendidikan misalnya. Buku2 yg baik. Pemahaman yg baik. Yang pasti, tentu kayak Bambang, Joko, Wowo, tidak boleh pakai cadar. Itu jelas terlarang.

Dan lagian, terakhir, Kementerian Agama itu bukannya menteri-nya, juga pejabatnya sering ditangkap KPK? Fokus saja deh ngurusin hal itu. Bersihkan kementerian kalian dari korupsi, jual-beli jabatan, dll. Saya percaya sekali, saat negeri ini bebas dari korupsi; hukum ditegakkan dengan adil, tidak akan ada lagi RADIKALISME. Pemikiran mereka tidak laku lagi.

Dan pastikan loh ya, lima tahun ke depan, nggak ada pejabat Kemenag ini yg ditangkap KPK. Aduh lupa, KPK kan sudah dibuat kayak macan ompong duluan. Baiklah.

*Tere Liye

**buat yg ngamuk tdk terima tulisan ini, monggo cek tulisan berikutnya:

https://www.facebook.com/tereliyewriter/posts/2720677357982815

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua