HUTANG SEJARAH ISLAM DALAM NARASI KELAHIRAN YESUS

HUTANG SEJARAH ISLAM DALAM NARASI KELAHIRAN YESUS

Banyak penggiat toleransi Kristen-Islam menghindari dialog teologis, utamanya menjadikan sosok Yesus, sebagai jembatan. Terlalu riskan dan lebih baik dialog karya, katanya.

Aku sangat bisa memahami hal itu. Yesus/Isa ibarat jalan tembus yang bisa disusuri agar lebih cepat sampai ketimbang harus memutar. Sebagaimana kaprahnya, jalan tembus biasanya sedikit lebih terjal medannya. Butuh skill tersendiri agar tiba dengan selamat.

Fragmen kelahiran Yesus dalam alQuran maupun Alkitab punya banyak kesamaan. Sangat sedikit perbedaannya. Ini merupakan modalitas kuat bagi pemancangan kebersamaan Islam dan Kristen.

Ceritanya, fragmen kelahiran dalam alQuran adalah password bagi keselamatan para pemeluk Islam saat mencari suaka ke Ethiopia. Ya, mereka ditolong oleh orang Kristen (Koptik?) agar selamat dari persekusi kelompok lain di Makkah.

Bayangkan seandainya mereka tidak ditolong, bisa remuk redam para pemeluk Islam awal dan sejarah pun akan berubah. Tidak seperti ini.

Fragmen kelahiran Yesus dalam alQuran, menurutku, adalah semacam tattoo yang tidak akan pernah bisa hilang dari sejarah awal persinggungan Kristen-Islam.

Sejarah cinta kasih  ini selanjutnya aku  renungkan secara serius; betapa durhakanya jika aku sampai berani mempersekusi agama yang memiliki peran sangat penting menyelamatkan puluhan saudara-saudariku dari persekusi 1406 tahun yang lalu.

Yang menjadi menarik; kenapa justru kekristenan di Indonesia malah menjadi bulan-bulanan model keberislaman yang jauh dari idealitas hutang sejarah masa lalu?

Jawabannya, silahkan datang di acara ini.

https://m.facebook.com/1156910857790415/photos/a.1158248590989975/1481851525296345/?type=3

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua