Ibroh dari kematian
ONE DAY ONE HADITS
Selasa,
6 Rb.Tsani 1441 H
3 Desember 2019 M
*Mengambil ibroh dari kematian*
Kematian disebut haadzim
_(pemutus)_ karena ia menjadi pemutus kelezatan dunia.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ : كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- ثُمَّ قَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ : أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا . قَالَ فَأَىُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ : أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ
Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya”.Lalu mukmin manakah yg paling cerdas?, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas”.
(HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).
Pelajaran yg terdapat dalam dalam HADITS,
1. Mengingat kematian adalah termasuk ibadah tersendiri, dengan mengingatnya saja seseorang telah mendapatkan pahala, karena inilah yang diperintahkan oleh suri tauladan kita, Nabi Muhammad SAW,
2. Mengingat kematian dapat membantu kita khusyu’ dalam shalat. Nabi SAW bersabda,
اذكرِ الموتَ فى صلاتِك فإنَّ الرجلَ إذا ذكر الموتَ فى صلاتِهِ فَحَرِىٌّ أن يحسنَ صلاتَه وصلِّ صلاةَ رجلٍ لا يظن أنه يصلى صلاةً غيرَها وإياك وكلَّ أمرٍ يعتذرُ منه
“Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena jika seseorang mengingat mati dalam shalatnya, maka ia akan memperbagus shalatnya. Shalatlah seperti shalat orang yang tidak menyangka bahwa ia masih punya kesempatan melakukan shalat yang lainnya. Hati-hatilah dengan perkara yang kelak malah engkau meminta udzur _(meralatnya)_ _(karena tidak bisa memenuhinya)”_
(HR. Ad Dailami dalam musnad Al Firdaus.
Hadits ini hasan sebagaimana kata Syaikh Al Albani)
3..Mengingat akan kematian dapat menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah SWT. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayit kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah. Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya didunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban,
4. Mengingat akan kematian,membuat seseorang dapat memperbaiki hidupnya. Nabi SAW bersabda,
أكثروا ذكر هَاذِمِ اللَّذَّاتِ فإنه ما ذكره أحد فى ضيق من العيش إلا وسعه عليه ولا فى سعة إلا ضيقه عليه
“Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan _(yaitu kematian)_ karena jika seseorang mengingatnya sa'at kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehiupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia _(sehingga lalai akan akhirat)_”.
(HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani),
5. Mengingat kematian membuat kita tidak berlaku dholim.
Tema hadits yg berkaitan dengan ayat al Qur'an,
Allah SWT berfirman,
أَلَا يَظُنُّ أُولَئِكَ أَنَّهُمْ مَبْعُوثُونَ
“Tidaklah orang-orang itu menyangka, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan”.
QS.Al Muthoffifin:4
_PesanTrend Karomah_
Comments
Post a Comment