Perjalanan penyakit ini sering tak dapat diduga

InnaliLlahi wa Inna Ilaihi Rajiun

Hari ini mendengar salah seorang teman meninggal dunia. Teman yang aktif di Media Sosial dan cukup dekat.
Tanggal 7 April masih posting di FB. Hari ini dapat kabar beliau meninggal dunia.
Terlalu cepat.

Diawali dengan gejala batuk dan demam. Berobat ke sebuah RS. Di diagnosa sebagai obs demam tifoid dan disuruh pulang.
Batuk berlanjut terus semakin berat. Akhirnya sesak nafas dan dibawa ke RS Rujukan COVID-19. Sehari dirawat pasien meninggal.

Perjalanan penyakit ini sering tak dapat diduga. Sering demam dan batuk batuk yang terkesan biasa berlangsung cukup lama. Tetapi dari sesak sampai meninggal dunia berlangsung sangat cepat, tak diduga. 

Kepada teman teman yang beranggapan bahwa penyakit ini:
- Ringan
- Sembuh sendiri
- Angka kematian rendah
- Yang terkena hanya orang yang tua
- Yang muda bakal sembuh sendiri
- Di Indonesia kasusnya sedikit.
- Yang terkena hanya yang bekerja di ruangan ber AC
Hindarilah pemikiran seperti itu

Tidak usah dengar " berita berita gembira" yang disebarkan melalui media massa dan media sosial.

Menyesatkan.

Penyakit ini mudah dan cepat menular. 
Mudah mengakibatkan kematian.

Sesungguhnya banyak kematian yang tidak sempat didiagnosa sebagai COVID-19. 
Belum sempat dilakukan pemeriksaan pasien sudah meninggal  
atau hasil pemeriksaan belum keluar pasien sudah meninggal duluan. 
Hasil pemeriksaan keluar sangat lama. 

Salah seorang teman saya sudah 2 minggu tidak ada kejelasan bahwa dia positif atau bukan. Sekarang dia sudah beraktifitas. Jangan jangan dia menjadi karrier karena tidak keluar keluar hasil pemeriksaan laboratoriumnya.

Sebagai contoh saja, 
Di Jakarta.
Bulan Maret 2020 ada kematian 4300 lebih
Rata rata perbulan sebelumnya sebanyak 2700
Ada peningkatan kematian sebanyak 1600 dalam bulan Maret kemaren.
Memang tidak bisa dinyatakan bahwa ada 1600 kematian karena COVID-19 karena mungkin dia meninggal sebelum pemeriksaan atau sebelum hasilnya keluar. Sehingga yang betul betul didiagnosis sebagai COVID-19 tidak sampai 100 orang.

Tetaplah waspada.
Tidak gampang menghadapi wabah COVID-19.
Kita sangat mudah tertular.
Jika tertular mudah menjadi positif.
Jika positif susah kembali negatif
Jika masuk ICU susah keluarnya.
Jika menggunakan  ventilator susah lepasnya.

Dan yang paling penting.
Jika anda sakit batuk demam susah mencari tempat perawatan.
Jika anda perlu ICU akan sangat susah mencari ICU.
Jika anda perlu ventilator akan sangat susah mencari RS yang memiliki ventilator.
Karena sudah terjadi ketidak seimbangan antara jumlah pasien dan jumlah ketersediaan fasilitas kesehatan.
Ada prioritas.
Dan yakinlah kita kita orang biasa ini bakal susah menjadi prioritas.

Kepada sahabat kami yang telah mendahului kami.
InsyaAllah husnul khatimah.
Selamat jalan.
Kita semua bakal menuju kesana.

Jakarta, 9 April 2020

Patrianef Darwis
Dokter Spesialis-Subspesialis
Dosen Fakultas Kedokteran

Keterangan foto : Pemakaman jenazah Covid-19 dipantau dari udara

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=209103963723666&id=100038721910020

Comments

Popular posts from this blog

Pembelaan tentang ijazah palsu

mimpi di kamar hanin

Simpan untuk hari tua