SOAL TOL MAHAL, sopir truk
Baca yuk biar paham dan tambah pinter, biar gak asal nyinyir...
SOAL TOL MAHAL
Anda supir truk?
Maaf, kalau anda bukan supir, ya jangan buat opini seolah-olah anda tahu keseharian supir truk. Bertanyalah dengan orangnya langsung. Opini anda kalau dikaji masyarakat biasa mungkin masuk akal, tapi bagi kami supir truk, tol itu adalah penyelamat kami.
Kenapa?
1. Waktu tempuh kami lebih cepat. Apa yang didapat? Andaikan dalam 1 bulan dulu kami hanya bisa 1 trip seminggu, sekarang 5-6 trip sebulan.
2. Irit BBM
Gobloknya saja begini. Padang-Jakarta tanpa tol kami biasanya mengeluarkan biaya BBM 2 juta PP. Semenjak ada tol bisa ditekan jadi 1,5 juta saja.
3. Barang aman.
Barang kamu aman dan lebih sedikit yang rusak sampai tujuan karna jalanan mulus. Yang pasti biaya untuk mengganti barang rusak jauh lebih sedikit.
4. Ban awet.
Karena jalanan mulus pemakaian ban lebih awet. Ban ukuran 1000 itu lebih 2 juta satunya. Bayangkan kami bisa irit hingga 20% lebih karena jalanan mulus.
5. Menurunnya resiko pecah ban dijalan. Jalanan buruk musuh kami supir truk. Kami harus pelan-pelan memapah si bongsor ini melewati jalan berlubang. Salah perkiraan ban bisa pecah. Tentu biaya tambahan dan waktu tempuh yang semakin lama.
6. Penggantian sparepart yang jauh berkurang. Patah as menjadi momok menakutkan supir truk. Buruknya jalan, salah perkiraan dan muatan kami harus perhitungkan. Kalau jalanan buruk ya muatan harus dikurangi.
7. Berkurangnya pungli.
Mungkin teman-teman pernah nonton di TV mengenai pungli dijalan. Itu yg kami hadapi setiap melintas di jalan-jalan sempit kecil dan sepi. Padang-Jakarta minimal harus ada 70 ribu uang pecahan 2 ribuan untuk pungli dijalan seperti ini. Memang ada yang tidak memaksa, tapi karena upah memandu kami di jalanan buruk yang berbahaya jika kami coba lewati sendiri.
8. Begal dan bajing loncat yang sering kami hadapi di saat jalan malam berkurang drastis. Begal dan bajing loncat biasa beraksi di kawasan dengan kontur jalan yang buruk. Disaat kami harus berjalan pelan memapah si roda 10 bahkan lebih melewati buruknya jalan, mereka dengan leluasa membongkar muatan kami dibelakang.
(Teknisi dan driver salah satu perusahaan distributor nasional)
Comments
Post a Comment